Masih mengungkap fakta-fakta unik tentang negeriku Indonesia…
1. Presiden Yang Tak Dikenal
Indonesia bukanlah negara yang jumlah Presidennya banyak. Bandingkan
dengan Amerika Serikat yang sudah memiliki 44 Presiden, Indonesia masih
dalam hitungan jari tangan sehingga mudah diingat. Tapi coba tanyakan
pada anak-anak muda siapa saja nama Presiden Indonesia. Mungkin yang
disebut hanya Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY.
Ada dua nama yang terlewat, yakni Sjafruddin Prawiranegara dan
Mr.Assaat.
Faktanya, Sjafrudin Prawiranegara pernah ditugaskan sebagai
Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) pada tahun
1948 untuk menjalankan roda pemerintahan dari Bukittinggi, sebab saat
itu Soekarno dan Hatta ditangkap Belanda pada Agresi Militer II. Lain
lagi dengan Mr.Assaat. Tokoh yang ikut ditangkap Belanda dan diasingkan
ke Pulau Bangka bersama Soekarno dan Hatta ini sempat menjadi “Acting
Presiden Republik Indonesia” alias pemangku sementara jabatan Presiden
sejak Desember 1949 hingga Agustus 1950.

Kedua tokoh berdarah Minangkabau ini mungkin namanya sengaja
“dihilangkan” oleh pemerintah karena sempat terlibat pemberontakan yang
dikenal dengan PRRI (Pemberontakan Revolusioner Republik Indonesia).
Jangan salah, pemberontakan ini bukan ingin memisahkan diri dari
Republik Indonesia, tapi menuntut otonomi yang lebih luas. Pemerintah
saat itu hanya fokus melakukan pembangunan di Pulau Jawa, padahal
kawasan Minangkabau sejak jaman Belanda adalah kawasan yang gigih
melawan penjajah serta banyak melahirkan pemimpin nasionalis.
Meskipun demikian, saat itu pemerintah malah memberangus PRRI dan
melakukan pengerahan pasukan militer besar-besaran…. bahkan tercatat
sebagai yang terbesar dalam sejarah militer Indonesia. Sjafrudin
ditangkap tapi diampuni. Assaat lebih tragis…, dipenjara selama 4 tahun.
Namun tak ada kata terlambat untuk memberi penghormatan pada dua tokoh
pejuang ini. Jasa-jasa mereka luar biasa. Assaat pernah menjadi
Pengurus Besar Perhimpunan Pemuda Indonesia, Ketua KNIP (Komite Nasional
Indonesia Pusat), anggota Parlemen, dan Menteri Dalam Negeri. Sedangkan
Sjafrudin pernah mengabdi sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri
Keuangan, Menteri Kemakmuran, dan Gubernur Bank Indonesia yang pertama.
Jangan sampai lupa, mereka juga pernah menjadi Presiden Republik
Indonesia. Mereka layak dikenal. Terimakasih Pak Assaat. Terimakasih Pak
Sjafrudin.
2. Presiden Korup
Sejak jaman baheula Indonesia terkenal sebagai negara yang tingkat
korupsinya tinggi. Hingga tulisan ini dibuat, mantan Presiden Soeharto
mencatat prestasi sebagai pemimpin negara paling korup sedunia. Tidak
ada pemimpin negara lain yang menyaingi nilai korupsi Soeharto yang
diperkirakan mencapai angka 15-35 milyar dollar AS. Prestasi ini dicapai
Soeharto selama 32 tahun masa pemerintahannya. Padahal Soeharto pada
awal menjabat sebagai Presiden dulu pernah mengkritik era Orde Lama
Soekarno yang dinilai tidak mampu memberantas korupsi. Well,..people changed.

Soeharto Inc.
Meskipun pada tahun 1998 era Orde Baru Soeharto ditumbangkan oleh people power, namun Soeharto selalu gagal diadili atas dugaan korupsi yang telah dilakukannya hingga ia meninggal 10 tahun kemudian.
Uniknya, hingga kini masih ada wacana serius untuk menjadikan Soeharto
sebagai Pahlawan Nasional. Sebagian kalangan menilai jasa-jasanya amat
besar bagi Indonesia. Ada anekdot bahwa gelar itu sangat pantas, karena
berkat jasa-jasa beliau lah kini korupsi begitu mengakar di setiap
instansi pemerintah, dan barang siapa yang tidak korup bisa diolok-olok
sebagai orang bodoh atau munafik. Buktinya? menurut survei sebuah
perusahaan konsultan PERC, di tahun 2010 Indonesia menempati posisi
juara 1 negara paling korup se-Asia Pasifik.
3. Pemimpin Cacat Fisik
Tahun 1999 Abdurrahman Wahid, yang terlahir dengan nama Abdurrahman Addakhil, resmi menjadi Presiden Republik Indonesia ke-4. Bisa jadi sejak saat itu Indonesia menjadi satu-satunya negara yang punya pemimpin cacat fisik. Presiden yang kerap dipanggil Gus Dur itu menderita gangguan penglihatan hingga seringkali orang lain yang membacakan atau menuliskan surat untuknya. Selain itu Gus Dur juga menderita diabetes, gangguan ginjal, bahkan beberapa kali diserang stroke. Namun segala keterbatasan fisik tersebut tidak menghalanginya membuat berbagai terobosan. Ia dikenang sebagai pahlawan kebebasan, pembela kaum minoritas dan pejuang HAM.
Tahun 1999 Abdurrahman Wahid, yang terlahir dengan nama Abdurrahman Addakhil, resmi menjadi Presiden Republik Indonesia ke-4. Bisa jadi sejak saat itu Indonesia menjadi satu-satunya negara yang punya pemimpin cacat fisik. Presiden yang kerap dipanggil Gus Dur itu menderita gangguan penglihatan hingga seringkali orang lain yang membacakan atau menuliskan surat untuknya. Selain itu Gus Dur juga menderita diabetes, gangguan ginjal, bahkan beberapa kali diserang stroke. Namun segala keterbatasan fisik tersebut tidak menghalanginya membuat berbagai terobosan. Ia dikenang sebagai pahlawan kebebasan, pembela kaum minoritas dan pejuang HAM.

Gus Dur
Tercatat dalam sejarah, Gus Dur lah yang memulai perundingan dengan
Gerakan Aceh Merdeka (GAM; gerakan separatis di Aceh), memperbolehkan
bendera bintang kejora berkibar di Papua (bendera RMS; gerakan separatis
di Papua), menetapkan Tahun Baru Cina (Imlek) sebagai hari libur
nasional, mencabut larangan penggunaan huruf Tionghoa, mengusulkan agar
larangan terhadap Marxisme-Leninisme dicabut, membubarkan Departemen
Sosial yang korup, serta menentang RUU Anti Pornografi & Pornoaksi.
Sepak terjangnya ini diganjar dengan banyak penghargaan, dari mulai
Raymond Magsaysay Award yang bergengsi itu, penghargaan di bidang
kebebasan pers, HAM, sampai 10 gelar doktor kehormatan dari berbagai
negara.
Di negara lain tidak ada pemimpin yang memiliki cacat fisik. Adapun nama
Franklin Delano Roosevelt, satu-satunya Presiden Amerika Serikat yang
terpilih sebanyak empat kali. Bedanya dengan Gus Dur, Roosevelt diracun
seseorang hingga kakinya lumpuh, dan orang-orang mengira ia menderita
polio. Di tahun 2003 baru diketahui yang dideritanya adalah
gullain-barre syndrome, yakni kelainan yang disebabkan system imun tubuh
menyerang system saraf tepi sehingga otot menjadi lemah. Meskipun
tercatat sebagai satu-satunya Presiden Amerika yang menderita cacat
fisik, Roosevelt dikenang sepanjang masa atas keberhasilannya memimpin
Amerika pulih dari masa Depresi Hebat, masa dimana 13 juta rakyat
Amerika tidak punya pekerjaan.
Tapi tetap saja, Roosevelt tidak se-fenomenal Gus Dur…..
Tapi tetap saja, Roosevelt tidak se-fenomenal Gus Dur…..
4. Arti Sebuah Nama Bagi Soekarno
Jika Presiden Soekarno bisa memutar balik waktu, mungkin beliau akan mengubah tandatangannya di naskah Proklamasi. Saat sudah menjabat sebagai Presiden, Soekarno mengubah penulisan namanya menjadi Sukarno. Ia sangat membenci ejaan “oe” yang dianggapnya warisan penjajah Belanda. Sayangnya, naskah Proklamasi tidak boleh dirubah sama sekali.
Jika Presiden Soekarno bisa memutar balik waktu, mungkin beliau akan mengubah tandatangannya di naskah Proklamasi. Saat sudah menjabat sebagai Presiden, Soekarno mengubah penulisan namanya menjadi Sukarno. Ia sangat membenci ejaan “oe” yang dianggapnya warisan penjajah Belanda. Sayangnya, naskah Proklamasi tidak boleh dirubah sama sekali.

Naskah Proklamasi yang sudah diketik
Soekarno sendiri dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo, sebelum
dirubah ayahnya menjadi Soekarno karena sering sakit-sakitan saat kecil
dulu. Terbukti saat menyandang nama Soekarno
ia berjaya, persis seperti “Karna”, pahlawan dalam kisah Mahabrata yang
mengilhami namanya. Namun ketika ia merubah lagi namanya menjadi Sukarno, nasibnya menjadi buruk.
5. Lan Fang, Republik pertama di Negeri Kita
Siapa bilang Indonesia Republik pertama di negeri kita ? Dua abad yang
lalu, tepatnya tahun 1777, pernah berdiri Republik bernama Lan Fang di
Pontianak, Kalimantan Barat. Saat itu bangsa Eropa dan Cina (yang
katanya) lebih maju sejarah peradabannya pun masih memakai sistem
Kerajaan / Monarki.
Bendera Republik Lan Fang berbentuk empat persegi panjang berwarna
kuning dengan lambang dan kalimat “Lan Fang Ta Tong Chi”. Panji
kepresidenan berbentuk segi tiga berwarna kuning dengan kata “Chuao”
(Jenderal). Pejabat tingginya berpakaian ala Tiongkok kuno, sedangkan
yang berpangkat lebih rendah mengenakan pakaian ala barat.
Lo Fang Pak, seorang guru dari Kwangtung-Cina merupakan pendiri
sekaligus Presiden pertama Republik Lan Fang yang berjasa menyatukan
puluhan ribu orang Tionghoa yang saat itu berburu emas sampai ke
Kalimantan Barat.

Lo Fang Pak
Hebatnya, Republik Lan Fang kala itu sudah membangun jaringan
transportasi, punya kitab undang-undang hukum, menyelenggarakan sistem
perpajakan, mengembangkan sistem pendidikan, pertanian dan pertambangan,
bahkan punya ketahanan ekonomi berdikari, lengkap dengan perbankannya !
Tidak hanya itu, Republik Lan Fang sangat disegani kemampuannya mengusir
buaya di muara Kapuas. Bahkan setelah sukses membantu Sultan Kun Tien
dalam perang melawan Kesultanan Mempawah dan kelompok Dayak, seluruh
orang Tionghoa memilih berlindung pada Republik Lan Fang, termasuk
Sultan Kun Tien sendiri.
Setelah 47 tahun berdiri dan tercatat punya 10 Presiden yang dipilih
lewat Pemilu, akhirnya Republik Lan Fang takluk di tangan penjajah
Belanda. Namun karena takut Dinasti Cina membantu Lan Fang (baca: Lan
Fang rajin memberi upeti tiap tahun ke Dinasti Ching di Cina), lantas
Belanda baru berani mengumumkan penaklukkan itu secara resmi 27 tahun
kemudian saat Republic of China berdiri.
6. Nama Jalan Pahlawan Indonesia di Belanda
Indonesia punya keterikatan historis dengan Belanda yang pernah
menjajahnya selama 3,5 abad. Uniknya jika pelesir ke Belanda, akan
menemukan nama-nama pahlawan perjuangan Indonesia di beberapa kota. Ada
nama jalan Mohammed Hatta dan Sutan Sjahrir di kota Haarlem. Ada juga
jalan RA Kartini atau RA Kartinistraat yang diabadikan di empat kota
sekaligus: di Amsterdam, Haarlem, Utrecht, dan Venlo. Bahkan
Kartinistraat di kota Utrecht lebih luas dibanding jalan Che Guevara,
tokoh pejuang Amerika Latin yang legendaris itu.

R.A Kartinistraat di Kota Utrecht, Belanda
Namun jangan senang dulu, karena di kota Haarlem juga terdapat nama
jalan Chris Soumokil, presiden gerakan separatis RMS (Republik Maluku
Selatan) yang dulu dihukum mati di Kepulauan Seribu.
7. Ilham Anas Sang Presiden Amerika
Kontroversi Barack Obama di Indonesia bukan hanya seputar patung, melainkan juga sosok Ilham Anas. Fotografer sebuah majalah di Indonesia ini secara fisik sangat mirip dengan Obama. Ilham kebanjiran tawaran roadshow dan casting bintang iklan. Bahkan dalam sebuah iklan obat sakit perut produksi Filipina, Ilham berperan sebagai Obama yang sedang mengunjungi Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo.
Kontroversi Barack Obama di Indonesia bukan hanya seputar patung, melainkan juga sosok Ilham Anas. Fotografer sebuah majalah di Indonesia ini secara fisik sangat mirip dengan Obama. Ilham kebanjiran tawaran roadshow dan casting bintang iklan. Bahkan dalam sebuah iklan obat sakit perut produksi Filipina, Ilham berperan sebagai Obama yang sedang mengunjungi Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo.
Selain Ilham Anas, ada lima orang lain di dunia yang (mengaku) mirip
dengan Obama, antara lain Gerardo Puisseux - seorang wartawan di AS,
Nozomu Sato - komedian asal Jepang, Michael Lamar - karyawan sebuah
agensi orang-orang terkenal di AS, Claudio Henrique Dos Anjos - politisi
asal Brazil, dan Soultice - produser musik hip hop asal Kolombia.

Kelima orang itu mungkin mirip Obama, tapi Obama justru mirip Ilham Anas.

8. Negara Maritim
Siapa yang tak tahu kalau Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas lebih dari 3,2 juta km2
dan pantainya terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Untuk
mengamankannya dari serangan musuh dan pencuri kekayaan alam Indonesia
tentu dibutuhkan pasukan militer yang tangguh. Ironisnya, saat ini untuk
mengamankan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia hanya punya 17.000
personil marinir. Artinya, satu pulau dijaga oleh satu orang marinir.
Menyedihkan.

Armada Angkatan Laut Republik Indonesia
9. Kuburan ala Indonesia
Ada
banyak cara menguburkan jenazah, dan orang Indonesia punya cara yang
unik dalam melakukannya. Orang-orang Toraja di Sulawesi Selatan
memakamkan jenazah di bukit atau tebing-tebing yang terjal. Makam yang
tersohor antara lain Batu Lemo. Disini bahkan para mayat diganti pakaiannya pada waktu-waktu tertentu. Ada juga Kuburan Bayi Kambira;
dimana jenazah bayi dibalsem dan dibungkus, lalu dimasukkan ke dalamnya
pohon besar yang sudah dilubangi terlebih dulu. Setelah itu lubang
ditutup dengan anyaman ijuk. Ada juga makam Batu Karang Terjal Londa.
Mayat dimasukkan ke peti-peti yang kemudian diatur sesuai garis
keturunan keluarga, lalu diletakkan di dalam goa yang dalamnya sekitar
seribu meter. Bayangkan, di dalam goa itu kita akan menemukan ribuan
tengkorak dan tulang-belulang manusia.

Orang-orang Dayak suku Benuaq di pedalaman Kalimantan
Timur juga punya kuburan unik. Mayat tidak dikubur dalam tanah,
melainkan diletakkan ke dalam peti yang disangga oleh tiang atau
digantung pada tali. Setelah beberapa tahun peti itu dibuka lagi, lalu
tulang-belulang mayat didoakan, kemudian dimasukkan lagi ke dalam peti
bertiang yang permanen.

Kuburan Suku Benuaq
Selain orang Toraja dan Dayak, orang Bali punya kuburan unik di Desa Trunyan.
Disini mayat ditaruh begitu saja di sebuah areal hutan, tidak dibakar
seperti budaya Bali pada umumnya. Jangan bayangkan bau busuk yang
menyengat disini, karena ada sebuah pohon yang menetralisir bau
tersebut. Pohon itu disebut Taru Menyan. Sesuai namanya (Taru=Pohon,
Menyan=Harum), pohon tersebut mengeluarkan bau yang harum.

Kuburan Desa Trunyan
Lima kuburan yang saya ceritakan diatas merupakan peninggalan leluhur
bangsa Indonesia. Generasi modern sudah lebih fantastis dan meninggalkan
kesan angker. Lihat saja kuburan San Diego Hills di Karawang, Jawa
Barat yang dibangun oleh PT.Lippo Karawaci Tbk. Pemakaman supermewah
seluas 500 hektar ini dilengkapi beragam fasilitas yang tidak akan kita
jumpai di taman pemakaman mana pun di dunia. Selain areal pemakaman, di
komplek San Diego Hills berdiri toko florist & cinderamata, chapel, musholla, restoran Italia, padang rumput untuk kegiatan outdoor, danau buatan, fasilitas olahraga seperti kolam renang, lapangan basket, lapangan bola, jogging track
dan bersepeda, serta gedung serbaguna untuk resepsi pernikahan yang
mampu menampung 250 tamu undangan. Jika anda ingin dimakamkan di San
Diego Hills sediakan saja uang 3-30 juta rupiah.

San Diego Hills Memorial Parks and Funeral Homes
10. Tempat Ibadah Non Muslim
Indonesia merupakan negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Tak heran mesjid-mesjid bertebaran di seluruh pelosok negeri. Namun uniknya banyak tempat ibadah non muslim yang ada di Indonesia mencatatkan diri sebagai yang terbesar atau tertinggi se-Asia atau se-Asia Tenggara.
Indonesia merupakan negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Tak heran mesjid-mesjid bertebaran di seluruh pelosok negeri. Namun uniknya banyak tempat ibadah non muslim yang ada di Indonesia mencatatkan diri sebagai yang terbesar atau tertinggi se-Asia atau se-Asia Tenggara.
Di
Manado, Sulawesi Utara berdiri patung Yesus Kristus setinggi 50 meter
(30 meter patungnya + 20 meter penopangnya). Patung ini tercatat sebagai
patung Yesus tertinggi kedua di dunia.

Patung Yesus Kristus di Manado, Sulawesi Utara
Umat Katolik juga memiliki gereja Gua Maria Lourdes di Kediri, Jawa
Timur sebagai yang terbesar se-Asia. Luasnya saja mencapai belasan
hektar. Sengaja dibangun menyerupai Gereja Lourdes di Perancis.

Gereja Maria Lourdes di Kediri, Jawa Timur
Umat Buddha memiliki vihara terbesar di Asia Tenggara, yakni Maha Vihara Maitreya
di Medan, Sumatera Utara. Selain itu ada patung Dewi Kwan Im setinggi
22,37 m - tertinggi di Asia - yang terletak di Batam, Kepulauan Riau.

Wihara Maitreya di Medan, Sumatera Utara

Patung Dewi Kwan-Im di Batam, Kepulauan Riau
11. Tetangga Yang Baik Bagi Malaysia
Tanyakan pada seluruh negara di Asia Tenggara, dijamin mereka merasa bahagia hidup berdampingan dengan Indonesia. Bagaimana tidak, oknum-oknum pemerintah Indonesia tak pernah berhenti menggratiskan kekayaan alam Indonesia pada negara lain. Saking murah hatinya, yang namanya pencurian ikan, pencurian pasir, illegal logging, dll seringkali tidak diproses hukum melainkan selesai lewat jalan “damai”.
Tanyakan pada seluruh negara di Asia Tenggara, dijamin mereka merasa bahagia hidup berdampingan dengan Indonesia. Bagaimana tidak, oknum-oknum pemerintah Indonesia tak pernah berhenti menggratiskan kekayaan alam Indonesia pada negara lain. Saking murah hatinya, yang namanya pencurian ikan, pencurian pasir, illegal logging, dll seringkali tidak diproses hukum melainkan selesai lewat jalan “damai”.
Diantara semua negara tetangga, mungkin Malaysia yang paling happy.
Negara yang berpenduduk hanya 27 juta orang dan luas negaranya tak
sampai setengah Pulau Kalimantan ini berulang kali membuat “dosa” pada
Indonesia namun selalu dimaafkan. Dari mulai merebut Pulau Sipadan &
Ligitan di Selat Makassar sana, kekerasan pada TKI, illegal logging,
mengklaim hak paten atas kesenian Indonesia, dan bla..bla..bla…
Belum ada pemimpin Indonesia yang berani pada Malaysia seperti Bung
Karno. Idenya untuk Ganyang Malaysia tak pernah jadi kenyataan. Apalagi
presiden RI yang sekarang cukup feminin (istilah lain dari “mengutamakan
diplomasi”). Tak pantaslah harga diri bangsa ditukar dengan jiwa
pengecut. Tapi itulah realita. Suka tidak suka, Indonesia benar-benar
tetangga yang baik bagi Malaysia. Bukan tak mungkin nantinya Indonesia
yang akan diganyang Malaysia.

Bung Karno sedang inspeksi pasukan Ganyang Malaysia
12. Nama Karo
Baru-baru ini Renault memproduksi mobil listrik terbaru yang diberi
nama Zoe. Tak disangka pemberian nama Zoe membawa masalah hingga ke
pengadilan karena banyak orangtua di Perancis menamai anak-anak mereka
dengan nama Zoe. Mereka khawatir anak mereka akan diolok-olok karena
namanya sama dengan merk mobil, padahal mereka sudah cukup selektif
menentukan nama bagi anak-anaknya.
Di Indonesia justru berbeda. Suku Karo di Sumatera Utara menamai anak-anak mereka berdasarkan benda apa yang pertama dilihat saat anaknya lahir. Ada yang diberi nama “Kursi” karena benda itu yang ada di depannya. Diberi nama “Surat” karena sang ayah bekerja sebagai tenaga administrasi di Kecamatan, yang setiap hari surat-menyurat. Diberi nama “Timbul” karena lahir bertepatan dengan matahari timbul (baca: terbit). Meskipun sekilas terdengar lucu, semua nama itu mengandung harapan orangtua pada anaknya.
Di Indonesia justru berbeda. Suku Karo di Sumatera Utara menamai anak-anak mereka berdasarkan benda apa yang pertama dilihat saat anaknya lahir. Ada yang diberi nama “Kursi” karena benda itu yang ada di depannya. Diberi nama “Surat” karena sang ayah bekerja sebagai tenaga administrasi di Kecamatan, yang setiap hari surat-menyurat. Diberi nama “Timbul” karena lahir bertepatan dengan matahari timbul (baca: terbit). Meskipun sekilas terdengar lucu, semua nama itu mengandung harapan orangtua pada anaknya.
Jika kita jarang mendengar nama-nama yang saya sebutkan tadi, boleh jadi
karena memang disembunyikan oleh si empunya nama. Biasanya yang
di-ekspos justru nama belakangnya yang sebenarnya adalah nama marga,
sedangkan nama depan ditulis inisialnya saja. Nama “Kursi Sembiring”
hanya ditulis “K.Sembiring”. Nama “Surat Tarigan” ditulis “S.Tarigan”.
“Timbul Ginting” ditulis “T.Ginting”.
Tidak percaya? coba tanya pada mereka :)
13. Miss Universe Indonesia
Eksotisme
wanita Indonesia sangat mendunia. Banyak pria bule yang tergila-gila.
Namun berbeda dengan Venezuela, gudang wanita cantik di benua Amerika
sana, Indonesia tidak pernah menang sekalipun dalam ajang pemilihan Miss
Universe. Sampai tulisan ini dibuat, sudah 6 kali Venezuela merebut
mahkota Miss Universe. Jepang sesama negara Asia pun sudah pernah
menyabet Miss Universe. Indonesia? sudah ikut 15 kali sejak 1974 tapi
tak pernah menang. Masuk 3 besar pun tidak. Paling banter hanya masuk 15
besar pada tahun 2005 melalui Artika Sari Devi. Uniknya, Artika saat
itu berusia 26 tahun, usia yang cukup tua untuk ikut ajang ratu sejagad.
Bandingkan dengan Putri Indonesia lainnya yang dikirim ke ajang Miss
Universe, semuanya berusia 19-22 tahun.
Nadine Chandrawinata yang mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2006
pun sempat mencatat “sejarah”. Berbekal bahasa inggris yang amburadul,
Nadine sampai harus menggunakan jasa penterjemah. Insiden memalukan
sempat terjadi saat Nadine membuat statement “Indonesia is a beautiful
CITY” (baca: bukan COUNTRY). Jadilah olok-olokan di seluruh penjuru
negeri. Semboyan Miss Universe yang asalnya 3B (Brain, Beauty, and
Behavior) diplesetkan orang menjadi Brain, Beauty, and Beautiful City.
Mungkin itulah sebabnya yang dipilih sebagai Putri Indonesia 2010 untuk
mewakili Indonesia dalam ajang Miss Universe adalah Nadine Alexandra
Dewi Ames. Ia sangat lancar berbahasa Inggris. Uniknya, Nadine yang ini
tak lancar berbahasa Indonesia!

14. Kota Paling Bersih Atau Paling Kotor ?Kota Paling Bersih atau Paling Kotor ?
Kota Pekanbaru boleh dibilang unik. Kota ini menyabet penghargaan Adipura di tahun 2010 ; mengukuhkan diri sebagai kota paling bersih lingkungannya se-Indonesia. Di tahun yang sama kota ini menyandang gelar sebagai kota paling korup se-Indonesia. Sungguh kombinasi yang aneh. Bersih lingkungannya, kotor perilakunya.

Penghargaan Adipura kota Pekanbaru
15. Orang Terkenal “Made in Indonesia”
Tuhan
berbaik hati memberi kekayaan alam melimpah pada Indonesia,
sampai-sampai dulu bangsa Eropa tega menjajah demi rempah-rempah.
Mereka, khususnya bangsa Belanda, menghuni Indonesia ratusan tahun
lamanya dan beranak-pinak dengan warga lokal. Itulah kenapa saat ini ada
sekitar setengah juta warga negara Belanda yang punya garis keturunan
Indonesia.
Tengok saja para pemain sepakbola Belanda
saat ini. Dalam tim nasional Belanda banyak yang punya darah Indonesia
dari kakek-nenek mereka. Sebut saja Robin Van Persie, John Heitinga,
Demy De Zeeuw, Nigel de Jong, Denny Landzaat, Giovanni van Bronckhorst.
Yang disebut terakhir justru masih bisa berbahasa Indonesia meskipun
tidak lancar. Maklum, ibunya bermarga Sapulette, berasal dari Saparua,
Maluku.
Selain mereka, dipercaya ada ratusan pemain sepakbola di Eropa yang
keturunan Indonesia. Ada yang berdarah Ambon seperti Christian
Supusepa, Justin Tahapary, Michael Elias Timisela. Ada yang keturunan
Batak seperti Radja Nainggolan, dan keturunan Jawa seperti Leroy Gerald
Resodihardjo.
Selain pemain sepakbola, masih ada segudang tokoh terkenal dunia yang
punya darah Indonesia. Mulai dari atlit, seniman, model, astronom, hakim
agung, reporter, ahli persenjataan, politisi, hingga presiden dan
perdana menteri.
Singapura pernah punya Perdana Menteri keturunan Indonesia, yakni Lee
Kuan Yew yang berdarah Semarang dan Pontianak dari kedua neneknya.
Bahkan presiden pertama Singapura, Yusof Ishak, yang wajahnya diabadikan
dalam pecahan uang kertas Singapura, merupakan keturunan Minangkabau,
Sumatera Barat. Zubir Said, sang pencipta lagu kebangsaan Singapura juga
lahir di Bukittingi, Sumatera Barat.
Malaysia lebih ajaib lagi. Sejak Malaysia berdiri, negara itu baru
memiliki enam orang Perdana Menteri, dan separuhnya adalah keturunan
Indonesia. Tun Abdul Razak (Perdana Menteri ke-2 sekaligus bapak pendiri
Malaysia), Najib Tun Razak (anak dari Tun Abdul Razak sekaligus Perdana
Menteri Malaysia saat ini), dan Abdullah Ahmad Badawi (Perdana Menteri
Malaysia ke-5) semuanya adalah keturunan Bugis, Sulawesi Selatan.
Mereka semua made-in Indonesia.
Entah harus bangga atau apa…?

December 2010,
Daniel Adrian - WNI
Daniel Adrian - WNI
Lihat juga Fakta-Fakta Unik tentang Indonesia episode sebelumnya di http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/20/15-fakta-unik-tentang-indonesia/
0 komentar:
Posting Komentar