Namun, sekitar 2.000 manuskrip yang disimpan di Pusat Dokumentasi dan Riset Ahmed Baba, ludes terbakar.
Proses pembebasan Mali dari kelompok milisi Ansar Dine memakan "korban" sejarah dan catatan kuno penting. Selasa (29/1), kaum militan ini membakar Pusat Dokumentasi dan Riset Ahmed Baba, Timbuktu, Mali Utara.
Insiden ini membuat 2.000 manuskrip yang disimpan di bangunan tersebut, ludes terbakar. Namun, dipastikan sekitar 300 ribu manuksrip lainnya selamat. "Mereka ditempatkan di tempat aman, saya jamin itu. Manuskrip-manuskrip itu dalam keamanan total," kata Mahmoud Zouber yang sebelum okupasi kaum militan merupakan ajudan presiden dalam urusan agama.


