Sabtu, 29 Oktober 2011

Peradaban manusia melalui jaman agraris, industri, informasi dan kini jaman kreatif. Kita dituntut menguasai kemampuan unik di setiap jaman agar bisa bersaing. Apa kemampuan agar kita bisa bersaing di jaman kreatif?


Generasi kakek kita mengidamkan bekerja di sebuah gedung mulai dari pertama kerja hingga pensiun. Generasi ayah kita mengidamkan pekerjaan tetap yang rutin bekerja dari jam 8 hingga jam 17. Tapi generasi saat ini berharap pekerjaan yang fleksibel, tidak monoton dan bisa mengekspresikan potensi diri.
Kita hidup dalam jaman yang terus bergerak dan mengalami perubahan. Jaman kakek kita bukan jaman ayah kita dan bukan jaman kita. Jaman kakek nenek kita hanya negara yang mampu mengglobal dalam bentuk penjajahan (Globalisasi 1.0). Jaman ayah kita hanya perusahaan besar yang mampu mengglobal dalam bentuk ekspansi pasar (Globalisasi 2.0).
Dalam era industri dan informasi, dunia kerja itu rutin, sistematis dan efisien. Kemampuan otak kiri sangat dibutuhkan untuk itu. Pekerjaan mencari siapa yang bisa mengerjakan lebih cepat dan lebih murah. Oleh karena itu, sistem pendidikan dan organisasi kerja kita didesain untuk memenuhi kebutuhan kedua jaman tersebut.

Setiap orang yang hidupnya bergantung kepada gaji adalah seorang buruh; sekalipun pangkatnya direktur utama. Mengapa para direktur tidak ikut-ikutan demonstrasi untuk memperingati tanggal 1 Mei sebagai hari buruh? Karena, orang yang karirnya bagus tidak lagi disebut buruh. Sedangkan mereka yang karirnya buruk, biasanya memang disebut sebagai buruh. Jika Anda seorang karyawan; maka pastikanlah bahwa Anda memang layak untuk tidak menyandang gelar sebagai buruh. Bagaimana caranya?
Sederhana saja; bangunlah karir Anda sampai ke titik dimana Anda layak dihormati dan dihargai tinggi. Agar bisa membangun karir dengan baik, maka Anda harus membuang jauh-jauh mental ‘b-u-r-u-h’. Mengapa demikian? Karena mental b-u-r-u-h itu menyimpan 5 faktor penghambat karir yang sangat mematikan. Apa sajakah kelima faktor itu? Berikut ini uraiannya.



"Seorang yang penuh syukur akan berterimakasih dalam segala situasi. Seorang pengeluh akan tetap mengeluh sekalipun ia hidup di dalam surga"
Anonim

Jika sahabat saya, Bapak 'Chef' Timoteus Talip telah memaparkan artikel melalui "Salad"-nya yang begitu mengagumkan, juga Bapak Paulus Winarto yang telah mengupas habis tentang kesuksesan, maka saya akan mem-binding racikan sahabat-sahabat saya tersebut dan mengupasnya dengan menengok ke dalam diri Anda.
Suatu hari saya berniat pergi ke sebuah kantor dengan menggunakan taxi. Tidak lama kemudian taxi tersebut terhenti di persimpangan lampu merah. Saat itu cuaca sangat panas, namun tiba-tiba saya merinding; bukan karena saya melihat hantu, tetapi justru karena saya melihat seorang bapak tua yang berdiri tegar berjalan dengan satu kaki yang di bantu tongkat penyangga separuh tubuhnya yang  terkena stroke dan tangan kirinya membawa kacang goreng yang ditawarkan di sepanjang lampu merah tersebut. saya terus mengamatinya dari jauh hingga hampir mendekat dimana taxi saya berhenti. Cuaca tak bersahabat yang membakar kulit tak menyurutkan bapak tua itu untuk terus mencari uang walaupun dari deretan mobil paling depan tidak ada satupun yang membeli barang dagangannya.
Di lain kesempatan saya pernah menyaksikan ada seorang buta yang berjualan krupuk di sekitar lampu merah di tempat yang sama saat saya melihat penjual kacang goreng tadi. Memang saya pernah mendengar dari orang sekitar kalau ada seorang yang berjualan krupuk namun cacat. Dan tahukah Anda bagaimana ia memulai aktivitasnya? Tanpa bantuan dari siapapun, ia mulai berjualan ditemani tongkat tua yang menuntunnya di sepanjang jalan yang sangat terik itu tanpa mengeluh.
Apa perasaan saya ketika melihat kedua orang itu? Jujur, saya pribadi malu ketika saya yang dalam kondisi lebih baik dari mereka terkadang justru bersikap tidak sesempurna mereka. Mereka adalah petarung yang sebenarnya. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang petarung sejati adalah mengakui keadaan dirinya sendiri.


"Anda tidak bisa menyeberangi laut hanya dengan memandang airnya saja"
Rabindranath Pagore
Di suatu kesempatan, ada seseorang bertanya kepada saya : "Pak, mengapa hidup saya ini semakin berat?". "Wow", itu adalah suara dalam hati saya. Jujur saya terkejut karena 2 hal. Pertama, saya tidak mengenal orang itu dan mungkin saja orang itu tidak mengenal saya. Kedua, mengapa orang itu tiba-tiba bertanya kepada saya padahal disana terdapat banyak orang.
Dalam kesempatan itu, segera saya mengilustrasikannya demikian. "Pernahkah Anda mengangkat sebuah barbel 2kg? Bagaimana rasanya?". Orang itu menjawab, "Ringan". Sambil tersenyum saya berkata : "Great. Cobalah Anda angkat barbel ringan itu setiap hari mulai hari ini hingga satu minggu ke depan setelah itu temuilah saya".


Jumat, 30 September 2011

plugins/content/imagesresizecache/871c14dbc6244ec30f9d32d82c5eadcf.jpeg

Berikut adalah 10 petanda yang menunjukkan dia adalah jodoh kita.

Seorang ibu guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pensil. Ibu guru itu berkata, “Saya ada satu permainan… Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pensil. Jika saya angkat kapur ini, maka berkatalah “Kapur!”, jika saya angkat pensil ini, maka berkatalah “Pensil!”

alt
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Makin banyak teman-teman saya yang terjangkit disaster Alay, akan tetapi mereka tidak sadar akan ancaman tersebut karena minimnya pengetahuan mengenai definisi tersebut. it's ok, saya akan membantu semua untuk memberi pencerahan mengenai definisi global dari istilah yang kini sedang mewabah tersebut walau sebenarnya hasil copsat. Semoga kita semua tercerahkan.
1. Letusan Gunung Terdahsyat di dunia. Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa meletus bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan tersebut menjadi letusan terbesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181. Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut. Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi.Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.

http://katroboy.files.wordpress.com/2008/11/positif.jpg
Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran
positiflah yang beredar di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

1. Melihat masalah sebagai tantangan Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
Add My Facebook! Follow me on Twitter!